Mengapa Cobaan Datang Bertubi-tubi ?

musibah_obat-1

Semua orang pasti pernah merasakan sesuatu yang tidak diinginkan, kita menyebutnya cobaan, masalah, atau ujian dari Allah. Cobaan atau masalah adalah salah satu ciri dunia yang tidak akan pernah hilang, ia hanya berganti rupa dan waktu. Siapapun yang namanya masih hidup di bumi ini pasti akan menghadapi masalah, karena masalah ada di mana-mana, mulai dari kolong jembatan sampai istana, dirumah hingga di tempat kerja. Dari anak-anak hingga kakek-nenek, semua berhadapan dengan masalah. Prinsipnya, setiap jiwa pasti akan berhadapan dengan yang namanya masalah. Bahkan terkadang masalah datangnya tidak satu persatu, tetapi bergerombol.

Saya sudah tidak bisa menghitung sudah berapa banyak cobaan yang datang, bahkan baru-baru ini saya mengalaminya kembali, Subhanallah, begitu sayangnya Allah kepada saya.
Saya pernah membaca buku yang salah satu kutipannya sebagai berikut :
“Jika masalah datang, maka persilahkanlah dalam tata krama yang paling baik, bagaikan menjamu seorang tamu.”. Mengapa harus dijamu seperti layaknya seorang tamu?, karena kita harus yakin, cobaan itu datangnya dari Allah & akan kembali kepada-Nya pula, Allah yang akan memberi jalan keluar dan balasan ketika kita sanggup menghadapinya dengan cara yang benar.

Tapi, apakah kita pernah berfikir bahwa ketika masalah itu datang, pasti disertai alasan atau sebab. Ini tergantung dari pola pikir atau Mindset yang kita bangun. Coba kita bangun mindset bahwa : cobaan datang untuk memberi manfaat kepada kita, untuk membuat kita semakin menjadi pribadi yang lebih baik sebagai manusia, dan sebagai hamba Allah.
Sebagai contohnya, ketika ada kemunduran di dalam bisnis seseorang, orang yang biasanya jarang shalat 5 waktu, sekarang malah sholat tepat waktu,shalat Tahajjud dan Dhuha.

Ketika seseorang ditimpa kesusahan seolah-olah merasa berada dititik terendah dalam hidupnya, secara naluri mereka pasti mengadu kepada Tuhan.

Terkadang manusia menjadi tidak peduli dan menjauh dari Tuhan-Nya. Allah tidak ingin hamba-Nya menjauh, maka Dia mengirimkan masalah dan cobaan kepadanya. Ketika masalah dan cobaan datang, maka Allah kembali diingatnya. Kemudian dia mulai giat dalam beribadah.

Sabar dan Shalat adalah obatnya, jadikan Do’a sebagai senjata utama dan dikombinasikan dengan usaha. Insyaallah pasti ada pertolongan. Allah telah menulis janji-janji-Nya :

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155).

“Berdoalah (mintalah) kepadaKu, niscaya aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin : 60).

Bersyukurlah bagi kita yang mendapat cobaan, karena tidak semua orang “cukup beruntung” untuk mendapatkan perhatian-NYA.
Jadi apakah kita masih mau mengeluh atas cobaan yang kita dapatkan?, Kurangilah mengeluh, kalaupun mengeluh, mengeluhlah kepada Allah dalam do’a Tahjudmu. Karena jika Allah sudah berjanji, mustahil Allah tidak menepatinya, yakinlah !!. Lebih baik kita gunakan waktu untuk instrospeksi diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Semoga artikel sederhana ini memberi manfaat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s