Menata Ulang Impian

“Bukan nasib yang menentukan arah kehidupan kita, tapi kitalah yang menentukan sendiri arah kehidupan kita melalui sebuah IMPIAN dan CITA-CITA.”

Kata-kata itu selalu terdengar di kepala ku setiap kali aku ragu untuk melangkah berjuang, setiap kali aku kehilangan semangat.

IMPIAN..6 huruf yang mempunyai pengaruh luar biasa di kehidupan kita. Jika kehidupan ini kita ibaratkan dengan sebuah proses pelayaran mengarungi samudra kehidupan, maka impian adalah kompas yang akan berfungsi sebagai petunjuk arah agar kita tidak tersesat dan tidak terombang-ambing oleh badai permasalahan. Dengan impian seseorang akan terdorong memiliki cita-cita. Orang yang tidak memiliki cita-cita kehidupannya akan hambar, tidak terarah, dan apa adanya seolah pasrah saja kepada nasib. Tentu saja kehidupan seperti ini akan terasa sepi dan menjemukan.

Dulu aku adalah orang yang terjebak dalam kehidupan seperti itu. Hidup saja seperti air, toh air juga ada arahnya. Ikuti saja aliran nya kemanapun dia tuju.
Akhirnya seiring berjalannya waktu, aku menyadari kekeliruan prinsip hidupku ini, dan aku sendiri yang membantahnya. Betapa bodohnya aku ketika itu dengan memegang prinsip yang lebih tepat disebut dengan sebuah bentuk kepasrahan yang tidak berdasar.

Pilihan hidup itu ada di tangan kita, Tuhan yang menuntun. Menuntun, artinya selalu ada di samping kita untuk menunjukkan arah. Memopong kita, artinya ada dibelakang kita untuk memegang ketika kita jatuh. Tentunya jika kita meminta-Nya untuk selalu ada di sisi kita. 🙂

Itulah sebuah prinsip yang aku yakini saat ini, dan membuatku harus menata ulang impianku. Aku menulis ini juga karena menyadari betul pentingnya sebuah impian dalam hidup kita. Jangan pasrahkan kehidupan kita ini kepada nasib. Memang nasib merupakan bagian dari takdir Tuhan, namun bukan berarti nasib tidak bisa diubah dengan sebuah impian melalui sebuah tekad dan perjuangan. Diubah dengan sebuah tekad untuk kehidupan yang lebih baik, lalu diwujudkan dengan perjuangan yang terencana dengan matang melalui sebuah impian dan cita-cita.

Tahukah kawan bahwa impian itu akan mendorong kita untuk berusaha dan berjuang?.
Dengan impian, anda dan kita semua akan terdorong untuk berjuang dan berusaha mewujudkan mimpi-mimpi kita sehingga lahirlah prestasi-prestasi yang membanggakan. Pembuktian-pembuktian diri untuk orang-orang yang tadinya meremehkan mu.

Ya, pembuktian diri untuk orang yang meremehkanmu, bahwa kamu bisa, bahwa kamu mampu, bahwa kamu tidak seperti yang mereka pikirkan. Dan tentunya pembuktian itu membutuhkan proses, dan waktu. Proses berjuang, ibarat bayi yang baru lahir, pastinya akan melewati tahap demi tahap untuk mebuktikan bahwa dia mampu berjalan tanpa bantuan. Merangkak, terjatuh, bangkit lagi, berdiri sendiri, terjatuh lagi dan berbagai tahapan selanjutnya. Tentunya dengan “jatuh” yang kesekian kali.

Terjatuh, gagal, merangkak lagi, itu membuat kita menjadi lebih dewasa dan selalu intropeksi diri.

Impian merupakan bagian dari karunia Allah Swt yang patut kita syukuri. Melalui impian Allah ingin menuntun hamba-Nya untuk merangkak menuju tangga sukses. Namun, tidak semua hamba yang punya impian lalu serta-merta dia akan menuai kesuksesan. Hanya hamba yang mau bermimpi lalu berjuang dengan segenap daya dan upaya untuk meraih mimpinya itu yang akan merasakan manisnya madu kesuksesan.

Karena antara impian dan perjuangan itu memiliki hubungan “berbanding lurus”. Semakin besar impian yang kita rajut, maka akan semakin besar perjungan yang harus kita lakukan.

“Man Jadda Wa Jadda”

Bismillah..Selamat Berjuang.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s